Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Monday, 13 February 2017

Pacaran Beda Agama? Ini Penjelasan Menurut Alkitab

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pandangan Alkitab mengenai pacaran beda iman, ataupun yang biasa sering disebut dengan pacaran beda agama. Pacaran merupakan hal yang sah-sah saja, namun yang menjadi masalah adalah, apakah kita diperkenankan untuk pacaran dengan orang yang tidak beriman? Banyak orang yang memiliki padangan pro dan kontra mengenai hal ini. Ada yang berpendapat bahwa hal itu sah sah saja dilakukan, namun ada juga yang berpendapat bahwa hal itu memang sebaiknya tidak dilakukan.


pacaran-beda-agama-ini-pejelasan-alkitab

Namun pada tulisan saya kali ini saya ingin mencoba untuk menyadarkan Anda bahwa hal tersebut sebaiknya tidak untuk dilakukan. Mengapa demikian? Coba Anda bayangkan apakah pasangan Anda dapat mencitai Anda kalau dia tidak mencintai Tuhan Anda? Orang yang satu iman saja belum tentu dapat tulus mencintai Anda, konon yang tidak beriman sama sekali. Untuk itu sekarang saya akan mengulas penjelasan Alkitab mengenai pacaran beda agama.

#1 Alkitab memang melarang pacaran beda agama

2 Korintus 6:14-15, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
Masih ngotot untuk mempertahakan pasangan Anda yang tidak beriman? Mungkin ayat ini cocok menjadi teguran bagi Anda. Alkitab sendiri menghimbau agar anak-anak Allah dapat mencari pasangan yang seimbang dan seiman dengan dia. Satu iman yang dimaksud adalah satu iman didalam Yesus Kristus, yang percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat manusia. Alkitab juga mengatakan bahwa gelap tidak dapat bersatu dengan terang.

#2 Alkitab mencatat bangsa Israel jatuh kedalam dosa karena pasangan yang tidak seiman

Alkitab mencatat bawah bangsa Isarel seringkali jatuh kedalam dosa dikarenakan mereka mengambil pasangan dari bangsa lain yang tidak seiman. Padahal Allah sudah melarang bangsa Israel untuk tidak mengambil pasangan dari bangsa lain selain bangsa Israel. Bahkan dalam kitab 1 Raja-Raja 11 : 1-13, Raja Salomo yang terkenal sangat bijaksana dapat jatuh kedalam dosa penyembahan berhala karena istri-istrinya yang tidak beriman. Lantas bagaimana dengan Anda? Apakah Anda yakin bahwa pasangan yang tidak beriman tidak dapat membawa Anda jatuh kedalam dosa?

#3 Alkitab mengatakan suatu pernikahan harus melahirkan 'Keturunan Ilahi'

Tujuan pacaran adalah pernikahan, jadi tujuan pacaran beda agama adalah pernikahan beda agama.  
Maleakhi 2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu!  Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Tujuan dari suatu pernikahan adalah menghasilkan keturunan yang ilahi, lalu bagaimana jadinya jika kita memiliki pasangan yang berbeda iman? tentu hal ini tidak dapat terwujud. jangankan keturunan, hubungan kalian saja sudah tidak ilahi dan mungkin akan berantakan.

#4 Tuhan sudah mempersiapkan jodoh kita

Hal yang paling utama yang perlu kita ketahui adalah bahwa Tuhan sudah mempersiapkan jodoh kita. Untuk itu mengapa terlalu repot mempertahakan hal yang tidak pasti sedangkan Tuhan sudah mempersiapkan yang sudah pasti. Jika kita lihat pada kitab kejadian, Tuhan mengatakan tidak baik jika manusia hidup dengan tidak berpasang-pasangan, untuk itu Tuhan membentuk pasangan Adam yaitu Hawa. Begitu juga dengan Anda sekalian, jangan takut untuk tidak memiliki pasangan, karena Tuhan sudah mempersiapkan pasangan Anda yang lebih sepadan dan seiman.

bagaimana menurut Anda?

masih ngotot untuk pacaran beda agama? masih mau cari alasan untuk melegalkannya? saya sarankan sih untuk meninggalkan si dia dan mulai mencari belahan jiwa Anda yang sebenarnya. Tetap berdoa kepada Tuhan dan minta jodoh yang benar-benar dikehendaki Tuhan, karena pasangan Anda juga yang akan menentukan bagaiman Anda kelak.

Untuk anda yang masih ragu, ingin bertanya, punya masukan atau saran, dapat menghubungi kami melalui email ataupun dapat menyematkannya didalam kolom komentar.

Read more

Thursday, 30 June 2016

Tips Sederhana Mengatasi Rasa Bosan di Dalam Rumah Tangga


berikut ini beberapa tips sederhana buat mengatasi kebosanan di dalam rumah tangga

Mengatasi Kebosanan Rumah Tangga



Rasa bosan adalah satu hal yang wajar dalam kehidupan. Rumah tangga atau kehidupan pernikahan pun tak luput dari serangannya. Dan jika ini dibiarkan terus-menerus, maka kondisi ini bisa memengaruhi kualitas kehidupan pernikahan dan rumah tangga. Namun demikian, kebosanan bukannya tak bisa diatasi. Bagaimana caranya?

1. Ingat Kembali Komitmen Anda


Setalah sekian lama berumah tangga, berbagai kesibukan, apalagi dengan hadirnya anak-anak, membuat sepasang keakasih pastinya sempat melupakan komitmen mula-mula sebelum berumah tangga. Ingat kembali komitmen-komitmen Anda saat kebosanan mulai melanda. Ingat kembali mengapa Anda pada akhirnya memutuskan untuk mengikat janji nikah di dalam altar gereja dengannya. Saya rasa ini cukup membantu, karena ini akan mengingat kembali kenangan-kenangan indah saat bersama pasangan.

2. Luangkan Waktu Menyendiri


Ini sangat penting bagi seseorang memiliki waktu untuk menyendiri. Bagi sepasang kekasih pasttinya sudah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bersama dengan pasangan. Menghabiskan waktu sendiri dapat membantu mengetahui siapa diri Anda dan apa yang Anda inginkan dalam kehidupan yang dijalani.Sewaktu-waktu pada saat Anda sendiri, cobalah untuk berkumpul dengan sahabat yang memiliki rumah tangga yang baik. Faktanya, dengan banyak menghabiskan waktu dengan pasangan lain, satu pasangan akan lebih bahagia dalam hubungan mereka.

3. Belajar dari Orang Lain.


Belajar dari orang lain adalah cara yang cukup ampuh. Anda dan pasangan dapat bertanya kepada orang tua, atau yang lebih berpengalaman dalam membina hubungan rumah tangga. Pengalaman dan uraian mereka bisa menjadi pelajaran bagi Anda dalam semangat mengatasi kebosanan.

4. Kekuatan Sentuhan

Sentuhan ringan yang dilakukan tiap hari, seperti memegang tangan, memeluk, mengelus kepala, dsb, diketahui dapat merangsang hormon oksitoksin. Hormon "cinta" ini mampu meredam amarah atas hal-hal kecil.

5. Mencoba Hal Baru Berdua


Kebosanan sering muncul karena pasangan sering melakukan hal yang sama terus menerus. Cobalah untuk memulai hal baru berdua, mungkin dapat mengatasi rasa bosan yang sedang melanda hubungan Anda.

6. Terapkan Manajemen dalam Rumah Tangga


Keluarga pun juga adalah sebuah organisasi, dan karena itu organisasi membutuhkan sebuah manajemen. Selain agar rumah tangga bisa berjalan dengan baik, manajemen ini juga berguna mencegah kebosanan yang sering kali datang karena tenaga, pikiran, waktu, dan dana tidak terpakai maksimal untuk hal-hal yang penting.

7. Momen Dadakan

Buatlah momen dadakan untuk acara yang kecil sekalipun. Tidak harus menunggu ulang tahun pasangan, ulang tahun pernikahan, atau lainnya. Sesungguhnya Anda bisa merayakan apa pun karena yang terpenting bukan alasannya tetapi karena hal tersebuat akan membuat Anda dan pasangan Anda lebih bahagia.

8. Berikan Surprise


Jangan segan-segan memberikan hadiah apapun kepada pasangan. Memberi hadiah tidak hanya dilakukan oleh pria ke wanita, namun wanita juga dapat memberikan hadiah kepada pria. Untuk itu berikanlah hadiah kejutan kepada pasangan anda, karena pada dasarnya, setiap orang suka saat ia menerima hadiah apa pun itu.

9. Keluarkan TV dari Kamar


Jika dikamar Anda dan pasangan Anda terdapat TV, sebaiknya keluarkan itu dari kamar Anda. Ketika waktu berdua di kamar justru hanya diisi dengan menonton TV, maka rasa hambar itu bisa muncul. Namun yang perlu diketahui, ini tidak hanya berlaku pada TV saja, banyak hal yang bisa tanpa sadar membuat Anda dan pasangan kehilangan semangat untuk melakukan hal bersama.


Berikut tadi adalah beberapa tips sederhana dalam mengatasi rasa bosan dalam rumah tangga. Ingat! Bahwa rasa bosan adalah hal yang manusiawi, namun jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan bagi sepasang kekasih untuk berpisah. Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi kita semua!
Read more

Friday, 17 June 2016

Apakah Perceraian Solusi Terbaik?

apakah perceraian solusi terbaik bagi hubungan anda dan bagi keluarga anda

Perceraian solusi terbaik?

 

Zaman dulu perceraian dianggap sebagai sebuah aib yang sangat memalukan. Namun, bandingkan dan lihat di zaman sekarang ini. Perceraian sudah menjadi hal yang sangat biasa. Hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang kasus perceraian dikalangan selebritis, barangkali hal itulah yang membuat masyarakat kita tidak perlu malu lagi kalau harus bercerai. Masyarakat sudah menganggap bahwa perpecahan sebuah keluarga menjadi hal yang sangat biasa dan tidak tabu lagi untuk dilakukan. Meski angka perceraian di Indonesia tidak setinggi di Amerika Serikat yang mencapai 66,6% atau dua dari tiga pernikahan berakhir dengan perpecahan, dan tidak setinggi di Inggris yang mencapai 50% atau satu dari dua pernikahan berakhir dengan perpecahan, namun angka perceraian di Indonesia cukup mengkhawatirkan sebab dari tahun ke tahun terus meningkat. Yang lebih mirisnya lagi, banyak orang Kristen yang termasuk didalamnya padahal pasangan Kristen sangat jelas dilarang untuk bercerai.

Maleakhi 2:16
Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel...

Apa alasan utama yang kerap kita dengar tentang perceraian ini? Biasanya mereka berkata, "Barangkali inilah solusi terbaik bagi kedua belah pihak." Bahkan saya sendiri sudah sangat bosan mendengarnya. Hampir setiap kasus perceraian yang terjadi didalam kalangan selebritis bahkan selebritis Kristen mengatakan hal yang sama. Mereka berkata bahwa itulah yang terbaik, padahal firman Tuhan berkata bahwa Allah sangat membencinya. Benarkah perceraian adalah solusi terbaik ketika terjadi masalah dalam pernikahan? Dalam sudut pandang kekristenan, jelas itu adalah hal yang sangat dilarang Tuhan, "Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:6). Bagaimana mungkin melanggar perintah /firman Tuhan dapat dikatakan baik? Mungkin bagi sebagian orang itu merupakan jalan terbaik, namun yang pasti itu merupakan jalan terburuk bagi anak-anak dan keluarga mereka. Bukankah itu berarti mereka sangat egois, sebab hanya karena mementingkan diri mereka sendiri mereka sampai tidak mementingkan nasib dan perasaaan yang akan timbul bagi anak itu sendiri.

Peranggungjawabkan apa yang telah kita lakukan di dalam keluarga. Jika sudah berani membentuk keluarga sendiri, itu berarti kita sudah berani untuk bertanggung jawab dan menerima kelemahan-kelemahan dari keluarga yang telah kita bentuk. Perceraian bukanlah solusi. Jika pernikahan kita bermasalah hadapilah itu dengan jiwa besar, bukannya sedikit-sedikit mengucapkan kata "cerai". Jangan hanya karena permasalahan kecil sepasanga kekasih dapat berpisah dan meninggalkan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Bukankah tidak ada keluarga yang sempurna? Untuk itu pertengkaran kecil bahkan besar pasti akan terjadi di dalam keluarga. Nah, ini kembali kepada kita bagaimana cara kita menyikapinya dengan bijaksana. Jangan pernah menyerah kalah dalam pernikahan, perjuangkan apa yang telah kita bentuk. Yakinlah bahwa Tuhan pasti memberikan kekuatan dan solusi terbaik, yang pasti bukans sebuah perpecahan.

Jadikan Allah sebagai nakhoda dalam menjalankan sebuah keluarga Jadikan kasih sebagai pengikat yang kuat didalam pernikahan, jika pernikahan kita dilandasi kasih maka tidak akan pernah ada sesuatu yang dapat memisahkannya. Karena Allah yang memimpin dan kasih yang mengikatnya.
Read more
Powered by Blogger.