Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Saturday, 25 February 2017

Mengapa Harus Saat Teduh?

Ayo siapa yang belum penah saat teduh seumur hidupnya, pasti ada beberapa diantara kita yang memang belum pernah ber-saat teduh.

Ngakunya sih orang Kristen, tapi meluangkan waktu untuk Tuhan tidak pernah sama sekali.

Padahal saat teduh merupakan hal yang cukup penting bagi umat Allah dalam meningkatkan iman kepercayaan kita kepada Allah.

Lantas mengapa saat teduh begitu penting? mungkin beberapa diantara kita akan bertanya demikian. Untuk kali ini kita akan membahas mengenai saat teduh hingga ke akar-akarnya.






Apa itu Saat Teduh?



Saat Teduh adalah waktu yang kita sediakan untuk menjalin hubungan khusus dengan Tuhan.

Waktu dimana kita memang benar-benar fokus hanya kepada Allah. Biasanya dilakukan dengan berdoa, bernyanyi, dan membaca Alkitab serta merenungkannya.

Saat teduh juga biasanya dapat dilakukan dimana saja, namun banyak orang melakukannya didalam kamar sendiri, seperti Firman Allah yang tertulis pada  Matius 6 : 6 "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Saat teduh juga dapat dikatikan sebagai sebuah rutinitas.

Mengapa demikian?

Karena biasanya orang akan membuat jadwal untuk melakukannya. Namun, rutinitas yang kita lakukan bukanlah sebuah rutinitas biasa, atau sebuah kewajiban.

Karena pada dasarnya saat teduh merupakan kebutuhan kita, karena kita perlu untuk membentuk hubungan religius dengan Allah.

Hubungan layaknya seorang anak dengan Bapanya, begitulah hubungan yang harus kita bentuk dengan Allah.

Untuk itu rutinitas yang kita lakukan adalah sebuah kebutuhan yang mutlak bagi orang percaya yang rentan dengan dosa.

Dengan Sa-Te pula kita dapat menjalani hari-hari tanpa takut, karena kita sudah terlebih dahulu meminta pertolongan kepada dan berdoa kepada Tuhan melalui saat teduh yang telah kita lakukan.

Kita akan merasa lebih siap dalam menjalani hari dikarenakan kita sudah lebih dulu meminta bimbingan daripada Allah untuk menjalankan hari-hari kita seperti biasa.

Mengapa harus Saat Teduh?



1. Membuat Waktu dan Komunikasi Khusus dengan Tuhan

 



Dalam satu hari kita banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat kita sangat sibuk.

Apa lagi bagi Anda yang pekerja aktif, tentu waktu luang yang kita miliki sangat sedikit, bahkan banyak orang yang tidak memiliki waktu luang seharian.

Lantas bagaimana dengan Tuhan? Mengapa kita tidak memiliki waktu untuk berhubungan dengan Tuhan?

Tentu Sa-Te menjadi hal yang sangat kita butuhkan, karena kita membuat waktu yang sangat khusus dengan Tuhan.

Anda dapat bayangkan kita memliki waktu berjam-jam dengan orang lain, namun kita tidak memiliki waktu beberapa menit untuk Tuhan sendiri, padahal hidup kita diatur oleh Tuhan.

Untuk itu saat teduh sangat diwajibkan bagi kita yang sampai kini tidak memiliki waktu untuk Tuhan.

Semuanya pasti mengetahui bahwa waktu ini milik Tuhan, manusia telah dipinjamkan waktu oleh Tuhan.

Sudah sepantasnya sebagai anak-anak Allah harus siap sedia menyediakan waktu untuk Tuhan.

2. Menenangkan hati dan pikiran

 



Hidup adalah masalah, itu yang biasa orang katakan.

Masalah yang ada dalam hidup kita sering kali membuat kita menjadi jauh dengan Allah. Bahkan tidak sedikit dari kita yang dibuat pusing tujuh keliling hanya karena segelintir masalah.

Saat teduh mampu mengatasi itu semua. Saat kita membuka hati dan pikiran kita untuk Tuhan, disitu juga kita kana merasa tenang.

Masalah-masalah yang ada dalam hidup akan terasa ringan ketika mencurahkannya kepada Tuhan. Apalagi kalau kita sungguh-sungguh meminta pertolongan kepada Tuhan, tentu kita akan sedikit lega dan tidak stres dalam menghadapinya.

Dengan saat teduh kita dapat menemukan jawaban atas masalah yang kita hadapi. Karena pada kondisi itu pula, hati dan pikiran kita memang benar-benar jernih.

Tentunya Tuhan akan dengan mudah memberikan jawaban terhadap masalah kita. Karena sesungguhnya Tuhan adalah jawaban atas masalah hdup kita.

3. Ungkapan rasa syukur

 



Tanpa kita sadari, di saat kita menjalin komunikasi kepada Tuhan disitu pula kita tanpa sadar mengucap syukur kepada Tuhan.

Mengapa?

Karena saat teduh membuat kita mulai merenungkan segala yang telah terjadi dalam hidup dan membuat manusia mulai mensyukuri hidup.

Jadi tidak sedikit orang ketika dia melakukan Sa-Te dia semakin merasa bahwa dirinya sangat beruntung dan sangat dikasih oleh Tuhan.

Sa-Te juga menjadi bukti nyata atas rasa syukur kita. Mengapa?

Karena bagi Tuhan, rasa syukur harus nyata dalam seberapa kita peduli terhadap Tuhan dan firman-Nya. Bisa dikatakan harus ada feedback kita kepada Tuhan, dan saat teduh menjadi bukti yang nyata bahwa kita memang benar-benar bersyukur.

Karena Allah sangat senang ketika anak-Nya meluangkan waktu hanya untuk-Nya. Jadi, sudah sepantasnya ketika kita  ber-Saat Teduh, hal pertama yang kita lakukan adalah bersyukur kepada Allah.

4. Evaluasi Diri

 



Manusia adalah makhluk yang berdosa. Dosa adalah bagian dari kita.

Jadi jangan pernah mengatakan bahwa anak-anak Allah tidak pernah berbuat salah walau hanya sehari saja.

Bayangkan saja, seberapa banyak kesalahan yang kita lakukan selama sehari, belum lagi kita melihat kesalahan yang telah kita lakukan seumur hidup kita.

Saat teduh menjadi wadah bagi umat Allah untuk merenungkan tentang apa yang telah dilakukan sepanjang hari. Saat kita membuka hati dengan Tuhan dan mengetahui kebenaran firman-Nya kita akan mengerti bahwa banyak kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan sepanjang hari.

Kita akan mulai merenungkan kesalahan dan mulai memperbaiki diri agar menjadi lebih baik lagi.

Mengevaluasi diri melalui saat teduh adalah hal yang sangat wajib dan harus kita lakukan. Karena dengan begitu, kita akan perlahan-lahan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

5. Meningkatkan Iman dan Pengetahuan akan alkitab

 



Membaca dan merenungkan firman Allah dalam saat teduh membuat kita akan mengetahu mengenai kebenaran firman Allah dan meningkatkan iman kepercayaan kita.

Mengapa?

Kita dengan mudah mengetahui kebenaran akan Allah, dan melalui kebenaran tersebut kita juga akan meningkatkan iman kita dengan Allah.

Saat kita menjalin hubungan khusus dengan Allah dan mempusatkan pikiran hanya kepada Allah disitu pula kita akan menumbuhkan iman kita kepada Allah.

Selain itu, saat kita membaca firman Allah, kita akan memiliki pandangan yang lebih luas akan Alkitab.

Apa yang tidak kita ketahui menjadi kita ketahui, tentu ini sangat baik didalam kehidupan kita.

Sama halnya seperti kita memiliki senter saat hendak berjalan ditengah kegelapan. Begitu pula dengan manusia. Umat Allah tidak akan tersesat karena dia memiliki bekal yang benar. Umat Allah akan mengetahui mana yang salah dan mana yang benar melalui Alkitab.

Untuk itu tidak percuma jika kita memiliki iman yang kuat dibarengi dengan pengetahuan Alkitab yang hebat.

Bagaimana melakukan Saat Teduh?



1. Sediakan Waktu dan Tempat



Sebelum melakukan saat teduh, hal yang pertama yang harus dilakukan adalah menentukan kapan dan dimana hendak melakukan saat teduh.

Memang untuk hal ini tidak harus ditentukan, namun sebaiknya kita dapat menentukan poin tersebut. Upayakan untuk menentukan tempat dimana memang tidak dapat diganggu.

Pilihlah tempat yang memang tersembunyi dan sepi. Karena dengan kondisi seperti itu kita dapat lebih fokus dalam berkomunikasi dengan Allah.

Menurut saya, saat teduh diluar ruangan adalah tempat terbaik. Karena pada saat itu kita akan lebih rileks menghirup udara segar, dan lebih bersatu dengan alam.

Jika memungkinkan pilihlah waktu untuk saat teduh pada pagi hari, sehingga apa yang kita renungkan dapat menjadi bekal untuk sepanjang hari itu.

Selain itu, beberapa tokoh Alkitab seperti Abraham, Ayub, Yakub dll bangun pagi-agi untuk berdoa kepada Tuhan, bahkan Yesus sendiri juga melakukan hal yang sama. 

Jangan lupa tentukan pula berapa menit/jam saat melakukan Sa-Te. Jika Anda baru memulai saat teduh, saya sarankan untuk mencoba dalam waktu yang tidak terlampau lama. Karena Anda akan merasa cepat bosan, dan pada akhirnya tidak melakukan saat teduh kembali.

Selain itu, hal yang paling utama ketika bersaat teduh, jangan pernah lihat jam. Karena itu hanya akan menggangu konsentrasi Anda.

Luangkanlah waktu Anda dengan Tuhan sesuai dengan kebutuhan rohani Anda.

2. Berdiam diri sejenak



Berdiam dirilah sejenak. Hal ini sangat penting.

Undanglah agar Allah benar-benar hadir ditengah-tengah Anda. Usahakan agar kita benar-benar fokus dan berkonsentrasi agar firman yang kita baca dapat meresap didalam kehidupan kita.

Ciptakan pula suasana yang benar-benar sunyi dan sepi. Usahakan agar tidak ada orang yang dapat menggangu untuk menciptakan ketenangan hati dan pikiran.

Kita juga dapat bernyayi sebelum memulai saat teduh. Bernyanyilah dengan setengah suara sambil menutup mata. Piihlah lagu penyembahan yang syahdu.

Fokuslah perhatian kepada Tuhan dan sadari kehadiranNya.

3. Berdoa


Ini bagian terpenting sebelum sebelum memulai saat teduh.

Berdoalah dan minta kehadiran Allah ditengah-tengah kita. Minta bimbingan kepada Allah. Berdoa pula untuk firman yang akan dibaca.

Minta agar roh Allah menerangi ayat yang hendak dibaca. Pada saat berdoa usahakan kita memang benar-benar merasakan kehadiran Allah didalam hati kita.

Usahakan hati Anda benar-benar fokus hanya kepada Tuhan.

4. Baca dan renungkanlah firman Allah



Tentukan ayat alkitab yang akan kita baca.

Kita dapat mencari ayat saat teduh sendiri ataupun  melalui internet dan media sosial yang menyediakan ayat-ayat untuk saat teduh. Baca dan resapi firman Allah.

Jangan pernah membaca secara cepat, namun hayati tiap-tiap kata dan renungkanlah ketika kita membaca ayat tersebut.

Jika perlu, baca berulang-ulang ayat yang kita baca.

Temukan pesan apa yang terkandung dari ayat tersebut. Renungkan pesan yang ada didalam ayat tersebut.

Kaitkan pesan ayat tersebut kedalam kehidupan kita dan mulai mengintropeksi diri kita sendiri.

Selain itu, ketika kita membaca firman Allah usahakan untuk membangun komunikasi dengan Allah. Diskusi dengan Allah, tanya apa yang harus dilakukan, dan minta saran dari Allah.

Setelah itu, ambil keputusan untuk ayat yang kita baca. Berkomitmenlah untuk dapat melakukan pesan yang ada dalam ayat tersebut.

Dengan demikian kita akan lebih mengerti mengenai ayat yang kita baca dan dapat mengaplikasikan pesan yang ada didalam Alkitab.

5. Berdoa kembali



Ketika kita sudah merenungkan ayat yang telah kita baca. Berdoalah kembali kepada Tuhan untuk firman yang boleh sampai kepada kita saat ini.

Minta kekuatan dan pertolongan kepada Tuhan agar kita dapat melakukan perintah-Nya. Minta agar Tuhan menguatkan komitmen yang telah kita buat, juga mintalah kekuatan kepada Tuhan agar kita tidak letih-letih untuk melakukan komitmen tersebut.

Dalam hal ini, Anda juga dapat mendoakan apa yang ingin didoakan, baik itu mendoakan keluarga, pekerjaan, pendidikan, jodoh dll.


Bagaimana?



Apa yang dikatakan sebagai Saat Teduh merupakan hal yang sangat penting bagi kita umat Kristiani.

Mengapa?

Karena hati dan pikiran kita benar-benar terbuka dan teduh, kita akan mulai engobrol dengan Tuhan, itu sangat penting karena Tuhan adalah bagian dari kita.

Jadi tidak akan mungkin, kita dapat bertahan jika sebagain dari hidup kita tidak ada.

Sebagai seorang manusia secara fisik kita membutuhkan makanan dan minuman setiap harinya untuk bertahan hidup. Tanpa itu semua kita tidak akan bisa menjalani hidupseperti biasa.

Begitu pula dengan saat teduh. Saat teduh adalah makanan rohani kita, tanpa makanan rohani kita tidak akan mampu bertahan ditengah gelapnya dunia ini.

Kita membutuhkan saat teduh agar kita dapat bertahan ditengah-tengah dunia. Mulailah membangun hubungan yang baik dengan Tuhan.

Karena tanpa perlindungan dari Tuhan kita tidak akan mampu menghadapi dunia. Untuk itu mulai melakukan saat teduh dan bangun hubungan kita dengan Tuhan.












Read more

Monday, 20 February 2017

Kasih yang Menghidupi

Efesus 1 : 7
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Manusia adalah mahkluk sosial, artinya tidak dapat hidup sendiri tanpa memiliki hubungan dengan orang lain. Itu berarti seseorang akan menikmati dan menjalani kehidupannya sebagai manusia yang wajar jika ia memiliki hubungan dengan orang lain. Inilah yang membedakan antar manusia dengan mahkluk hidup yang lain.

hidup untuk mengasihi karena kasih menghidup kita


Untuk itu dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tidak benar bagi seorang umat Allah berpandangan bahwa Ia dapat menjalani semuanya sendirian. Karena kita tidak hidup sendirian, dan memang tidak mungkin bagi kita untuk hidup sendirian. Dengan demikian kita memang diwajibkan untuk dapat berhubugan dan menjalin kekeluargan dengan orang-orang disekitar kita. Tentu didalam suatu hubungan kekeluargaan kasih sangat diperlukan dan sebaiknya ada didalamnya.



Hidup mengasihi orang lain adalah ciri khas umat Allah. Perintah Allah yang utama adalah saling mengasihi, bukan semata-mata untuk menegaskan bahwa manusia itu adalah mahkluk sosial, tetapi karena Allah adalah kasih itu sendiri. Agar dapat saling mengasihi secara baik dan benar, Yesus meminta umat-Nya untuk senantiasa mendasarkan diri pada hubungan yang erat dengan Allah.Sebab Allah sendiri melalui Yesus Kristus yang telah mengasihi umatnya dengan memberikan nyawanya.

Mereka yang melakukan perintah ini, Yesus menyebutnya sebagai sahabat-Nya yang menunjukkan adanya keakraban, di antara Allah dan umat-Nya. Dalam keadaan seperti ini, umat Tuhan akan lebih memahami apa kehendak Tuhan dalam kehidupan mereka. Bukan hanya itu, menjadi sahabat Allah juga akan membuat kita memiliki hubungan yang lebih khusus dengan Allah. Tentu dengan hubungan khusus tersebut kita juga akan lebih mengerti dengan perintah-Nya.

Dengan hidup saling mengasihi, umat Allah dapat menjalankan berbagai tugas panggilannya dengan baik dan 'menghasilkan buah' bagi kemuliaan Allah dan kebahagian kehidupannya. Jemaat sebagai umat Allah, mesti menempatkan hal saling mengasihi sebagai ciri khusus kehidupan. Jikalau tidak, maka sebenarnya kita sedang merusak ajaran Tughan itu sendiri. Bukankah banyak orang yang hanya berbicara tentang kasih namun tidak melakukannya.

Apa lagi di era modern ini, kasih sangat langka untuk dijumpai. Semua manusia lebih mementingkan kepentingan mereka sendiri ketimbang kepentingan orang lain. Mereka mulai membatasi diri dan mulai beripikir individualisme. Bahkan didalam keluarga kasih sudah sangat jarang terlihat. Manusia cenderung lebih asik untuk melihat kelayar smartphone daripada melihat keadaan disekitarnya. Manusia sudah terbiasa dengan itu semua, bahkan yang lebih parah lagi, manusia merasa malu jika mereka harus mengasihi sesamanya. Untuk itu tidak heran apabila banyak orang yang lebih menjauh ketika melihar orang lain menderita



mengashi saudara saudara kita


Perlu kita ketahui, bahwa kita hidup untuk mengasihi, namun pada hakikatnya karena kasihlah kita hidup. Kasih yang dimaksud adalah kasih Allah melalui Yesus yang telah menghidupkan kita dari kematian rohani yang telah ada sejak manusia memakan buah terlarang. Ketika kita berusaha untuk memahami dan mengerti apa yang disampaikan Paulus tentang hidup dalam Kasih, disini, tentu lebih mudah dari melaksanakannya.

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, kita harus hidup dalam kasih. Mengapa? Karena kita terlebih dahulu telah menerima kasih dari Bapa, untuk itu kasih yang kita terima harus pula kita berikan kepada orang-orang disekitar kita. Seperti Allah yang telah memberi begitu juga kita harus memberi, karena kasih telah menghidupi kita dan kita hidup karena kasih

Read more

Monday, 13 February 2017

Pacaran Beda Agama? Ini Penjelasan Menurut Alkitab

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pandangan Alkitab mengenai pacaran beda iman, ataupun yang biasa sering disebut dengan pacaran beda agama. Pacaran merupakan hal yang sah-sah saja, namun yang menjadi masalah adalah, apakah kita diperkenankan untuk pacaran dengan orang yang tidak beriman? Banyak orang yang memiliki padangan pro dan kontra mengenai hal ini. Ada yang berpendapat bahwa hal itu sah sah saja dilakukan, namun ada juga yang berpendapat bahwa hal itu memang sebaiknya tidak dilakukan.


pacaran-beda-agama-ini-pejelasan-alkitab

Namun pada tulisan saya kali ini saya ingin mencoba untuk menyadarkan Anda bahwa hal tersebut sebaiknya tidak untuk dilakukan. Mengapa demikian? Coba Anda bayangkan apakah pasangan Anda dapat mencitai Anda kalau dia tidak mencintai Tuhan Anda? Orang yang satu iman saja belum tentu dapat tulus mencintai Anda, konon yang tidak beriman sama sekali. Untuk itu sekarang saya akan mengulas penjelasan Alkitab mengenai pacaran beda agama.

#1 Alkitab memang melarang pacaran beda agama

2 Korintus 6:14-15, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
Masih ngotot untuk mempertahakan pasangan Anda yang tidak beriman? Mungkin ayat ini cocok menjadi teguran bagi Anda. Alkitab sendiri menghimbau agar anak-anak Allah dapat mencari pasangan yang seimbang dan seiman dengan dia. Satu iman yang dimaksud adalah satu iman didalam Yesus Kristus, yang percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat manusia. Alkitab juga mengatakan bahwa gelap tidak dapat bersatu dengan terang.

#2 Alkitab mencatat bangsa Israel jatuh kedalam dosa karena pasangan yang tidak seiman

Alkitab mencatat bawah bangsa Isarel seringkali jatuh kedalam dosa dikarenakan mereka mengambil pasangan dari bangsa lain yang tidak seiman. Padahal Allah sudah melarang bangsa Israel untuk tidak mengambil pasangan dari bangsa lain selain bangsa Israel. Bahkan dalam kitab 1 Raja-Raja 11 : 1-13, Raja Salomo yang terkenal sangat bijaksana dapat jatuh kedalam dosa penyembahan berhala karena istri-istrinya yang tidak beriman. Lantas bagaimana dengan Anda? Apakah Anda yakin bahwa pasangan yang tidak beriman tidak dapat membawa Anda jatuh kedalam dosa?

#3 Alkitab mengatakan suatu pernikahan harus melahirkan 'Keturunan Ilahi'

Tujuan pacaran adalah pernikahan, jadi tujuan pacaran beda agama adalah pernikahan beda agama.  
Maleakhi 2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu!  Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Tujuan dari suatu pernikahan adalah menghasilkan keturunan yang ilahi, lalu bagaimana jadinya jika kita memiliki pasangan yang berbeda iman? tentu hal ini tidak dapat terwujud. jangankan keturunan, hubungan kalian saja sudah tidak ilahi dan mungkin akan berantakan.

#4 Tuhan sudah mempersiapkan jodoh kita

Hal yang paling utama yang perlu kita ketahui adalah bahwa Tuhan sudah mempersiapkan jodoh kita. Untuk itu mengapa terlalu repot mempertahakan hal yang tidak pasti sedangkan Tuhan sudah mempersiapkan yang sudah pasti. Jika kita lihat pada kitab kejadian, Tuhan mengatakan tidak baik jika manusia hidup dengan tidak berpasang-pasangan, untuk itu Tuhan membentuk pasangan Adam yaitu Hawa. Begitu juga dengan Anda sekalian, jangan takut untuk tidak memiliki pasangan, karena Tuhan sudah mempersiapkan pasangan Anda yang lebih sepadan dan seiman.

bagaimana menurut Anda?

masih ngotot untuk pacaran beda agama? masih mau cari alasan untuk melegalkannya? saya sarankan sih untuk meninggalkan si dia dan mulai mencari belahan jiwa Anda yang sebenarnya. Tetap berdoa kepada Tuhan dan minta jodoh yang benar-benar dikehendaki Tuhan, karena pasangan Anda juga yang akan menentukan bagaiman Anda kelak.

Untuk anda yang masih ragu, ingin bertanya, punya masukan atau saran, dapat menghubungi kami melalui email ataupun dapat menyematkannya didalam kolom komentar.

Read more

Friday, 17 June 2016

Apakah Perceraian Solusi Terbaik?

apakah perceraian solusi terbaik bagi hubungan anda dan bagi keluarga anda

Perceraian solusi terbaik?

 

Zaman dulu perceraian dianggap sebagai sebuah aib yang sangat memalukan. Namun, bandingkan dan lihat di zaman sekarang ini. Perceraian sudah menjadi hal yang sangat biasa. Hampir setiap hari kita disuguhi berita tentang kasus perceraian dikalangan selebritis, barangkali hal itulah yang membuat masyarakat kita tidak perlu malu lagi kalau harus bercerai. Masyarakat sudah menganggap bahwa perpecahan sebuah keluarga menjadi hal yang sangat biasa dan tidak tabu lagi untuk dilakukan. Meski angka perceraian di Indonesia tidak setinggi di Amerika Serikat yang mencapai 66,6% atau dua dari tiga pernikahan berakhir dengan perpecahan, dan tidak setinggi di Inggris yang mencapai 50% atau satu dari dua pernikahan berakhir dengan perpecahan, namun angka perceraian di Indonesia cukup mengkhawatirkan sebab dari tahun ke tahun terus meningkat. Yang lebih mirisnya lagi, banyak orang Kristen yang termasuk didalamnya padahal pasangan Kristen sangat jelas dilarang untuk bercerai.

Maleakhi 2:16
Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel...

Apa alasan utama yang kerap kita dengar tentang perceraian ini? Biasanya mereka berkata, "Barangkali inilah solusi terbaik bagi kedua belah pihak." Bahkan saya sendiri sudah sangat bosan mendengarnya. Hampir setiap kasus perceraian yang terjadi didalam kalangan selebritis bahkan selebritis Kristen mengatakan hal yang sama. Mereka berkata bahwa itulah yang terbaik, padahal firman Tuhan berkata bahwa Allah sangat membencinya. Benarkah perceraian adalah solusi terbaik ketika terjadi masalah dalam pernikahan? Dalam sudut pandang kekristenan, jelas itu adalah hal yang sangat dilarang Tuhan, "Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Matius 19:6). Bagaimana mungkin melanggar perintah /firman Tuhan dapat dikatakan baik? Mungkin bagi sebagian orang itu merupakan jalan terbaik, namun yang pasti itu merupakan jalan terburuk bagi anak-anak dan keluarga mereka. Bukankah itu berarti mereka sangat egois, sebab hanya karena mementingkan diri mereka sendiri mereka sampai tidak mementingkan nasib dan perasaaan yang akan timbul bagi anak itu sendiri.

Peranggungjawabkan apa yang telah kita lakukan di dalam keluarga. Jika sudah berani membentuk keluarga sendiri, itu berarti kita sudah berani untuk bertanggung jawab dan menerima kelemahan-kelemahan dari keluarga yang telah kita bentuk. Perceraian bukanlah solusi. Jika pernikahan kita bermasalah hadapilah itu dengan jiwa besar, bukannya sedikit-sedikit mengucapkan kata "cerai". Jangan hanya karena permasalahan kecil sepasanga kekasih dapat berpisah dan meninggalkan tanggung jawabnya sebagai orang tua. Bukankah tidak ada keluarga yang sempurna? Untuk itu pertengkaran kecil bahkan besar pasti akan terjadi di dalam keluarga. Nah, ini kembali kepada kita bagaimana cara kita menyikapinya dengan bijaksana. Jangan pernah menyerah kalah dalam pernikahan, perjuangkan apa yang telah kita bentuk. Yakinlah bahwa Tuhan pasti memberikan kekuatan dan solusi terbaik, yang pasti bukans sebuah perpecahan.

Jadikan Allah sebagai nakhoda dalam menjalankan sebuah keluarga Jadikan kasih sebagai pengikat yang kuat didalam pernikahan, jika pernikahan kita dilandasi kasih maka tidak akan pernah ada sesuatu yang dapat memisahkannya. Karena Allah yang memimpin dan kasih yang mengikatnya.
Read more

Thursday, 16 June 2016

Ga Logis?



orang yang kebingungan akibat akibat firman allah yang tidak logis namun ia percaya akan kebenarannya.


Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Orang Kristen itu tidak logis. Masa percaya gitu aja sama buku yang ditulis ribuan tahun lalu. Masa percaya kalau ada orang yang bisa menyembuhkan bahkan sampai membangkitkan orang. Orang Kristen itu gak ilmiah, gak kritis karena percaya saja sama klaim kalo ada Pribadi yang tidak kelihatan yang mengatur semuanya. Ada lagi yang bilang, siapa yang menjamin apa yang ditulis di Alkitab tentang berbagai tokoh, termasuk Yesus itu benar? Bisa saja Alkitab itu adalah hasil konspirasi dan rekayasa para tokoh di zaman dulu buat kepentingan tertentu. Komentar dan tuduhan-tuduhan seperti itu bisa dengan mudah kita temuin dimana-mana. Apalagi di Internet yang memungkinkan kita menulis apa saja. Jujura saja, tidak jarang tuduhan-tuduhan itu pun mungkin sempat membuat kita umat Kristiani menjadi tidak berani untuk membantahnya. Atau jangan-jangan benar kalau kita ini gak logis karena percaya saja semua yang ditulis di dalam Alkitab.

Wait! In fact, kalau kita tanya pada mereka yang membuat berbagai tuduhan di atas, apakah bintang dan planet-planet di tata surya itu jumlahnya trilyunan? Apakah benar kecepatan cahaya itu 300.000 km/detik? Apa benar di dalam inti atom itu terdapat proton dan neutron? Kalau mereka setuju dengan semua fakta tersebut, pernahkah mereka membutikannya? Pernah mengukur kecepatan cahaya, melihat atom atau menghitung jumlah bintang dan planet? Bukankah itu juga klaim dari pihak lain? itulah standar ganda yang sering dunia untuk menilai kekristenan.

Namun, kalau kita kembali ke pertanyaan di atas, benarkah kita ini percaya pada Tuhan dan firman-Nya tanpa dasar dan tanpa logika? Kesaksian ribuan orang yang melihat sendiri segala perbuatan Yesus, catatan sejarah tentang-Nya, dan juga penggenapan berbagai nubuat yang ditulis di Alkitab adalah bukti. Dan lebih dari itu, bukti kita yang terutama adalah iman. Kita juga harus mengerti kalau mempunyai iman itu bukan berarti kita menjadi tidak logis, bahkan menolak pemikiran yang rasional, atau bahkan menolah fakta. Faktanya, sebagaimana sudah dijelasin di atas, dalam belajar sains pun, kita perlu "iman" juga. Kita tidak lagi harus menghitung jumlah bintang atau berusaha melihat atom buat menerima fakta ilmiah tadi. Begitu juga yang terjadi dalam menerima kebenaran firman Tuhan. Lebih-lebih lagi, fakta dan kebenaran yang kita dapat itu sudah terbukti selama ribuan tahun dan diilhami oleh Sang Pencipta. Kita tidak perlu ragu lagi sama firman Tuhan, karena iman membuat segalannya menjadi benar.

Jika kamu percaya pada sains, kamu pasti punya iman yang amat kuat - Walter Veith (Ahli Zoologi)
Read more

Monday, 13 June 2016

Bukan Hidup dari Roti

Tetapi Yesus menjawab:"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."


Matius 4:4
Tetapi Yesus menjawab:"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."


Sejak kecil kita sudah sering dengar kisah Yesus dicobai iblis. Tapi pernakah kamu bertanya kenapa Iblis mencobai Yesus dengan cara-cara itu? Kenapa pencobaan pertama adalah tantangan agar Dia mengubah batu menjadi roti? Kalo kita perhatikan, sebenarnya inti dari pencobaan pertama ini bukan sekedar tentang batu jadi roti. Ini adalah tantangan buat negbuktiin ketuhanan Yesus. Dan caranya, iblis memanfaatkan kondisi Yesus yang dalam kemanusian-Nya sudah sangat kelaparan karena sudah berpuasa selama 40 hari 40 malam. Godaan iblis ini adalah godaan supaya Yesus menggunakan kuasa-Nya untuk melakukan hal-hal yang bersifat egois, duniawi, dan sementara. Yupm itulah cara yang sering iblis pake dalam menggoda kita juga.

Sebagai manusia, Yesus memang sangat butuh makanan. Ia bahkan pernah lapar dan Ia juga suka memakan banyak makanan. Artinya, Yesus bukannya menganggap kebutuhan duniawi/daging sebagai dosa atau hal yang tidak boleh untuk dipenuhi. Demikian juga, kalau pun Ia makan setelah puasa-Nya selesai, itu boleh-boleh saja. Tapi, yang membuat Yesus menolak bujukan iblis untuk mengubah batu menjadi roti adalah karena itu bukan kehendak Bapa-Nya.

Ketika mendengar istilah godaan dunia atau godaan iblis, kita kerap sekali membayangkan itu pastilah tentang sesuatu yang sangat jahat, kejam, tidak baik, dll. Ternyata, melalui Firman Tuhan kali ini, kita tau bahwa faktanya tidak selalu demikian. Tidak selalu tentang apa yang dilakukan, tetapi justru tentang bagaimana kita melakukannya. Ingin berhasil itu tentu saja baik. Tuhan pun ingin kita berhasil. Tapi, sering kali iblis membujuk kita mengejar keberhasilan itu dengan cara-cara yang tidak benar. Ingin jadi orang sukses atau berhasil, tapi caranya dengan memanfaatkan teman atau menikung teman sendiri. Ingin punya pelayanan yang maju, tapi kalau salah langkah kita justru melayani dengan motivasi yang tidak murni buat Tuhan. Perhatikan, sama sekali tidak salah kalau punya cita-cita yang hebat dan pelayanan yang berhasil tadi. Tetapi, hati-hati jangan sampai kita mengikuti cara-cara dunia atau bujukan iblis buat mencapainya. Ketaatan pada Tuhan harus yang nomor satu, bukan keinginan kita(bahkan meski keinginan itu baik).

Godaan di zaman ini adalah untuk menjadi tampak baik tanpa melakukan yang baik - Brennan Manning (Pendeta)
Read more

Saturday, 4 June 2016

Kelaparan di Gudang Makanan

Bacaan : Roma 8:18-30

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


anak-anak kelaparan


Ibarat tikus mati di lumbung padi. Demikianlah kata peribahasa. Arti peribahasa itu adalah ketika ada seseorang kekurangan sesuatu meskipun ia ada di tempat di mana ia berlimpah atas segalanya. Misalnya, bangsa Indonesia harus beli ikan dengan harga mahal padahal Indonesia adalah negara dengan wilayah laut sangat luas. Atau ada keluarga yang bertahun-tahun hidup kekurangan padahal di bawah rumah mereka ada harta karun yang tinggal di gali. Atau ada anak yang harus meninggal dunia karena sakit flu padahal kedua orang tuanya dokter berpengalaman. Ironi buka? Itulah pengertian dari peribahasa tersebut.

Orang Kristen, yaitu kita, pun bisa mengalami ironi macam itu. Like what? Tidak sedikit orang Kristen yang suka galau dan stress saat menghadapi masalah. Atau ada banyak orang Kristen yang sering kali bingung saat diberi pernyataan mengenai satu bagian dalam Alkitab yang dianggap ga konsisten. Lho? Mengapa itu dianggap ironis? Bukannya biasa kalau itu terjadi? Yah, itu adalah hal ironis karena sesungguhnya segala jawaban dan solusi untuk hal itu sangatlah jelas. Lebih ironis lagi, mereka berseru amin saat ada yang mengatakan bahwa Tuhan Yesuslah jawaban atas segala masalah hidup kita. Mereka juga mengangguk tanda setuju saat dikatakan bahwa didalam Alkitab, segala jawaban atas pertanyaan hidup, termasuk pertanyaan atas iman dan keyakinan kita, sudah ada. Udah ngerti dimana letak ironinya kan?

Sobat, bagi anak Tuhan, masalah tidak harus dipermasalahkan. Benar, kadang masalah yang kita hadapi bisa berat dan membingungkan. Tapi, kata putus asa, galau, stres semestinya tidak perlu ada. Bukankan ada Firman Tuhan yang mengandung berbagai jawab atas segala masalah kita? Bukankah kita punya Tuhan yang berkuasa atas segalanya? Bukankah ada janji kalau Allah turut bekerja dalam segala sesuatu bagi kita yang mengasihi Dia? Dan bukankah sepanjang hidup kita, berulang kali Tuhan menolong saat ada masalah berat menghadang? Yups, jangan sampe kita menyebut diri anak Tuhan, tapi 'kelaparan di gudang makanan'; anak Tuhan tapi ragu akan pemeliharaan Bapanya sendiri, anak Tuhan tapi ga kenal ucapan Bapanya sendiri.

Bacalah firman Tuhan dan kamu akan bisa memegang Dia
- Martin Luther


Read more

Saturday, 14 May 2016

Menghadapi Ejekan dan Hinaan Menurut Pandangan Alkitab

Menghadapi Ejekan Menurut Pandangan Alkitab

 

Saling Menghina

Siapa diantara kita yang tidak pernah dihina maupun diejek? Mungkin semua orang pasti pernah mengalaminya. Jika kita lihat pada masa sekarang,hinaan dan ejekan sudah sangat melekat didalam kehidupan sekarang ini. Tidak hanya orang yang hina saja yang diolok-olok melainkan orang yang paling mulia sekalipun tetap saja akan mendapat hujatan yang ramai.Sekarang hinaan juga sudah merambah kedalam lembaga-lembaga Agama. Ini yang membuat pergejolakan antar umat beragama semakin tinggi, tidak ada lagi toleransi malah yang marak adalah diskriminasi. Bagi umat agama Kristen, pasti sangat banyak sekali orang yang mencela kita didalam kehidupan beragama. Bukan hanya kita saja, melainkan Tuhan kita Yesus Kristusjuga ikut direndahkan.

Hinaan atau ejekan dilemparkan dengan tujuan untuk menjatuhkan mental atau merendahkan harga diri seseorang. Banyak orang yang merasa jatuh, emosi, dongkol ketika mereka dihina. Orang-orang yang mendapat hujatan biasanya adalah orang-orang yang lemah, bodoh, yang berebeda dari orang-orang pada umumnya. Ini yang membuat banyak sekali mental orang yang hancur karena sebuah olokan. Bukan hanya itu, mereka kadang juga memasang dendam kepada mereka yang telah menghinanya.

Tentunya dendam tidak dibenarkan menurut pandangan Alkitab. Lantas bagaimana kita harus menghadapinya? Untuk itu kali ini kita akan membahas dan mengulasnya menurut pandangan Alkitab.

1. Mengetahui Bahwa Kehidupan Orang Kristen Akan Selalu Mendapat Banyak Hinaan

Matius 10:22
Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku;tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Yap, inilah kehidupan orang Kristen, mereka akan dibenci oleh semua orang, orang akan memandang rendah kita dan berusaha menjatuhkan kita. Kita akan diuji bukan oleh Tuhan, tetapi oleh manusia sendiri. Kita harus siap menghadapi kenyataan bahwa kita akan dibenci oleh dunia dan akan dihujat oleh dunia. Namun ingat orang yang bertahan sampai akhir ia akan beroleh keselamatan.
Roma 8:36
Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan"

2. Meneguhkan Iman dan Menyambut Indah Hinaan

Lukas 6:22
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

Berbahagia akan iman kita, jika kamu orang percaya sudah pasti banyak orang yang akan mulai menjatuhkanmu. Untuk itu Alkitab mengajarkan bahwa kita harus berbahagia akannya, karena orang yang menghina kita sudah pasti akan bosan karena kita tidak merespon dia seperti apa yang dia inginkan.

3. Jangan Menyimpan Perkataan Mereka Didalam Hati

Amsal 12:16
" Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga ,tetapi bijak ,yang mengabaikan cemooh "

Mengabaikan perkataan orang-orang yang menjatuhkan, kita tidak perlu mengganggapnya terlalu serius. Jika perkataan mereka menjatuhkan buanglah itu semua, namun jika itu membangun terimalah dan jadikan sebuah pelajaran.

4. Beroda dan Bersyukur

Kolose 4:2
Bertekunlah dalam doa p  dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.

Ini penting bagi kita umat Kristen. Cobalah untuk berdoa dan bersyukurlah atas semua yang telah terjadi didalam kehidupan kita. Karena kita hidup untuk Kristus, untuk itu mintalah pertolongan kepada-Nya atas apa yang telah terjadi.

5. Maafkan

Efesus 4:32
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Alkitab tidak pernah membenarkan sikap untuk dendam kepada orang. Seburuk apapun perlakuan orang terhadap kita, kita tidak dapat dendam kepada mereka. Untuk itu maafkanlah mereka yang telah merendahkan kamu. Karena dasar ajaran Kristen adalah kasih, untuk itu salinglah mengasihi.


Milyaran orang yang hidup didalam dunia ini, untuk itu milyaran hinaan yang akan kita dapat didalam dunia ini dan milyaran orang pula yang akan kita doakan dan kita maafkan didalam dunia ini.

Cobalah untuk mengerti makna dari "Pujian dibalik hinaan", lihat sisi baiknya jangan biarkan iblis menguasai kita, jadilah terang didalam dunia yang gelap.

Roma 5:3-5
(3) Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
(4) dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
(5) Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Read more
Powered by Blogger.